Merupakan salah satu Mekanisme untuk mengamati ketegangan politik: revolusi, gerakan sosial, nasionalisme, demokratisasi. melihat bahwa gerakan sosial merupakan implikasi dari perubahan struktur politik yang dilihat sebagai kesempatan. Peter Eisinger : american political science review mengadopsi pemikiran tocqueville revolusi – gerakan sosial tidak terjadi ketika masyarakat dalam kondisi tertekan, tetapi ketika sistem politik dan ekonomi yang pada awalnya tertutup mengalami keterbukaan. McAdam dan Tarrow menjelaskan mekanisme POS : pertama sejalan dengan Eisinger bahwa gerakan sosial muncul ketika akses terhadap lembaga politik mengalami keterbukaan. Kedua ketika equilibrium politik mengalami goncangan sedangkan keseimbangan politik baru belum mapan. ketiga ketika elit politik mengalami konflik, dan konflik ini dimanfaatkan oleh agen perubahan sebagai kesempatan. Keempat ketika agen perubahan digandeng oleh para elit yang berada dalam sistem untuk melakukan perubahan

  • Contoh kasus, gerakan HAM kulit hitam di amerika, dipelopori oleh golongan kulit hitam, gerakan ini berkembang karena terbukanya hak pilih warga kulit hitam – memudarnya politik apartheid. Gerakan mahasiswa menumbangkan rezim orde baru karena adanya perpecahan / konflik para elit dalam memberikan dukungannya kepada rezim berkuasa.  Sidney Tarrow: ketegangan politik mengalami peningkatan ketika agen perubahan mendapatkan dukungan sumberdaya eksternal.
  • Kritik Terhadap Tarrow : Hanspeter Kriesi : Tarrow hanya menunjukkan variabel penjelasan umum mekanisme POS sperti struktur kelembagaan dalam sistem politik, konfigurasi kekuasaan diantara para aktor dalam sisteem politik tersebut. Kriesi : pertama POS bukanlah hal konstan dan konsep kaku, POS bersifat dinamis yang berubah sesuai dengan kontrol elite baru dalam sistem politik ataupun karena adanya konsolidasi elit lama dengan bentuk baru
    • Kriesi menekankan pada faktor struktur kelembagaan formal, informal dan strategi yang digunakan oleh agen perubahan
    • Brockett: menambahkan arti akses kelembagaan bagi agen perubahan, kehadiran sekutu, perpecahan elite, dan tingkat konflik yang terjadi.
    • Rutch menambahkan: akses terhadap Parpol, kapasistas pemerintah dalam implementasi kebijakan dan struktur aliansi.
    • Kelemahan POS: tidak mampu menjelaskan dinamika politik itu sendiri. Keterbukaan akses politik hanya dilihat sebagai sesuatu yang statis. Padahal gerakan sosial bisa saja muncul pada setiap kesempatan yang ada.

One thought on “Analisis Gerakan Sosial “POS” Political Opportunity Structure

  1. Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website