Pemanfaatan potensi daerah pada dasarnya adalah untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Persoalannya adalah bahwa setiap masyarakat memiliki sumberdaya (resources) yang berbeda. Adakalanya masyarakat memiliki sumberdaya yang melimpah disatu sisi masyarakat lain memiliki keterbatasan sumberdaya. Namun demikian, hal terpenting lainnya adalah spirit masyarakat dan fasilitas aksesibility masyarakat dalam pemanfaatan potensi sumberdaya tersebut. pengelolaan sumberdaya potensial meniscayakan adanya identifikasi sumberdaya potensial sekaligus menentukan strategi bagaimana potensi tersebut dapat termanfaatkan dengan maksimal.

Daya tarik daerah pariwisata salah satunya dipengaruhi oleh apa yang ada, apa yang dimiliki oleh daerah tersebut sebagai sesuatu yang ditawarkan (Supply Side). Sisi Supply Side ini menjadi penting terutama bagi daerah yang relatif baru dalam pengembangan Pariwisata. Supply Side suatu daerah dapat di identifikasi dengan konsep pendekatan potensi andalan daerah. Secara konseptual potensi andalan daerah ini dikriteriakan sebagai berikut: Pertama potensi dimaksud secara riil berada di daerah dimaksud. Potensi ini dapat berupa potensi yang sudah dikelola, maupun yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Namun agar potensi masuk sebagai Supply Side maka harus dikelola dan dapat dijadikan sebagai penawaran daya tarik pariwisata (Suradnya, 2006).

Potensi Pulau Giliyang secara riil dapat dikategorikan yang berupa atraksi pariwisata yang berupa sumberdaya alam maupun sosial. Atraksi alam berupa keindahan pantai dengan bentangan pasir putihnya. Memasuki pulau Giliyang tepatnya di Dusun Baneteng Laok terdapat satu daya tarik alam berupa Gua Air. Gua ini dilengkapi dengan atraksi mitologi masyarakat setempat yang diyakini dapat menambah keberkahan dan awet muda. Potensi ini belum terkelola secara maksimal. Akses infrastruktur relatif belum memadai, terlebih ketika memasuki Gua penerangan yang minim dan kondisi medan yang licin.Atraksi alam riil pulau Giliyang lainnya berupa tebing Pantai warga lokal menyebutnya dengan Tocangge berupa tebing pinggir laut yang terbentuk karena abrasi air laut dan terdapat tiang selonjor yang menjadi penyangga hamparan batu diatasnya. Pemandangan dari Tocangge ini sangat menakjubkan, birunya hamparan laut lepas memanjakan wisatawan sejauh mata memandang. Bahkan dari Tocangge ini wisatawan dapat menyaksikan aktivitas pelayaran di pulau Sapudi. Atraksi alam utama pulau Giliyang yang berpotensi menjadi daya tarik andalan daerah adalah spot oksigen yang kandungan dan kemurniannya diatas normal. Lokasi ini sekitar 1 kilometer dari bibir pantai. Selain atraksi sumberdaya alam, pulau Giliyang mempunyai atraksi pariwisata sosial budaya. Masyarakat pulau Giliyang ini dikenal sangat ramah dengan pengunjung. Selain itu masih terdapat beberapa potensi lain yang berpeluang untuk dikelola dan dimanfaatkan sebagai potensi andalan. Termasuk diantaranya adalah keterampilan lokal khususnya membuat asesoris gelang, budaya dan tradisi rokat laut  dan lainya.

Kedua potensi tersebut mempunyaiprobability yang besar dalam melibatkan masyarakat untuk ikut terlibat dalam pengelolaan, pemanfaatan dan dalam setiap aktivitasnya ditujukan untuk peningkatan taraf hidup. Atraksi alam dan sosial budaya berpotensi untuk dikelola oleh masyarakat secara bersama-sama untuk meningkatkan taraf hidup masayrakat Pulau Giliyang. Ketiga potensi dimaksud mempunyai peluang pemanfaatan jangka panjang. Selama sumberdaya alam pantai, gua air, Tocangge spot oksigen pulau Giliyang dilestarikan, dikelola dengan baik maka pemanfaatannya juga selama sumberdaya tersebut bertahan

Keempat bersifat interdependen dalam mempengaruhi kemajuan sektor lain. Potensi sumberdaya pantai, gua air, Tocangge dan spot oksigen pulau giliyang ketika dikelola dan mendatangkan wisatawan maka berpeluang menciptakan pertumbuhan UMKM, Kuliner dan potensi ekonomi lainnya. Kelima tidak membutuhkan prasyarat diluar kemampuan dan jangkaun masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pemanfaatannya. Pengelolaan dan pemanfaatannya tidak memberatkan masayrakat, misalnya dalam hal biaya, teknologi. Namun demikian, masyarakat tidak sendirian dalam mengembangankan potensi daerahnya. Dalam logika pembangunan terdapat stakeholder pembangunan yang sinergis, dan bermitra dalam pembangunan khususnya pariwisata. Masyarakat pulau Giliyang dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah dan investor dalam pengelolaan potensi yang ada (Sunartiningsih, 2004).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website